Pada 27 Agustus 2026, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi di depan Gedung DPR, Jakarta. Tuntutannya: pemberantasan korupsi dan pengesahan RUU Perampasan Aset. Tetapi politik hari itu tidak berhenti di depan parlemen. Setelah aksi AMPB berakhir, kelompok lain masih berada dan berdatangan di sekitar DPR. Menjelang malam, setelah pembubaran, ketegangan bergerak ke jalanan. Slipi. Pejompongan. KS Tubun. Petamburan. Ruang yang sehari-hari menjadi jalur mobilitas berubah menjadi lanskap konflik. Peristiwa ini mengajukan pertanyaan sederhana: mengapa konflik politik yang bermula di hadapan institusi negara tidak selalu berhenti di sana? Mengapa ia menyebar ke persimpangan, flyover, kolong jalan, dan koridor kota? J awaban paling sederhana menunjuk pada jaringan jalan. Tetapi penjelasan geometris tidak cukup. Peta jalan tidak bergerak dengan sendirinya. Jalan menyediakan banyak kemungkinan. Namun tidak semua kemungkinan diwujudkan. Dalam konflik, arah mobilitas dibentuk oleh ...
Agustus, 1945. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Namun, dekolonisasi berhenti di depan pintu kamar kita. Lebih tepat lagi, di lemari pakaian. Ini bukan kalimat hiperbola. Ini realitas material. Data Textile Exchange (2025) mencatat 69% serat tekstil global adalah sintetis. Mayoritas adalah poliester. Plastik dari minyak bumi. Sekitar 88% di antaranya adalah virgin polyester. Ia diperas langsung dari fosil. Siapa penguasanya? ExxonMobil, SABIC, Sinopec. Raksasa yang sama. Gurita yang berabad-abad mengeruk kekayaan di belahan bumi Selatan (Global Selatan) Kolonialisme tidak mati. Ia hanya berganti wujud. Inilah postcolonialism fashion. Sebuah kajian budaya (Cultural Studies) tentang kelanjutan logika kolonial. Eksploitasi, ekstraksi, dan pembuangan. Sistem ini bekerja tanpa moncong senjata atau kuasa gubernur jenderal kolonial. Ia mendikte melalui label harga dan rantai pasok global. Dibilang Edward Said dalam Orientalism (1978), Barat mengonstruksi "Timur" sebagai ruang ...