Apa yang membuat seorang konsumen menjatuhkan pilihan untuk membeli suatu barang. Jawabannya tidak sesederhana yang sering kita duga. Ada harga yang terjangkau, ketersediaan barang, kebaruan. Tetapi ada juga kualitas dan keamanan, gengsi dan kebiasaan, serta yang jarang diakui: iman dan ideologi. Kelima lapis ini bekerja bersamaan, dan yang terakhir—faktor etis-politik—biasanya hanya menentukan jika keempat yang lain relatif setara. Pekan akhir September lalu, sekaitan dengan preferensi konsumen, saya terlibat dalam sebuah diskusi. Saya rasa diskusi tersebut seperti mengajak kita kembali pada sebuah masa, 41 tahun silam. Sewaktu sekelompok ibu rumah tangga, di Jakarta, bersuara atas nama kecintaan pada produk dalam negeri. Para ibu ini, pada 11 Mei 1973, kemudian menginisiasi kekuatan, mendirikan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia—organisasi konsumen yang pertama di negeri ini (YLKI, 1973). Peristiwa yang sungguh menarik hati, mengingat rezim kala itu sibuk menjinakkan atau memberangu...
Membaca jejak kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.